Saturday, January 2, 2016

Wayang Golek (The Traditional Art-Jawa Barat)

  Saturday, January 2, 2016
Wayang Golek (The Traditional Art-Jawa Barat). merupakan kesenian tradisional dari Jawa Barat, yaitu pementasan sandiwara boneka yang terbuat dari kayu dan dimainkan oleh seorang sutradara merangkap pengisi suara yang disebut Dalang. Seorang Dalang memiliki keahlian dalam menirukan berbagai suara manusia. Seperti halnya Jaipong, pementasan Wayang Golek diiringi musikDegung lengkap denganSinden nya. Wayang Golek biasanya dipentaskan pada acara hiburan, pesta pernikahan atau acara lainnya. Waktu pementasannya pun unik, yaitu pada malam hari (biasanya semalam suntuk) dimulai sekitar pukul 20.00 – 21.00 hingga pukul 04.00 pagi. Cerita yang dibawakan berkisar pada pergulatan antara kebaikan dan kejahatan (tokoh baik melawan tokoh jahat). 


Wayang Golek (The Traditional Art-Jawa Barat)

Ceritanya banyak diilhami oleh budaya Hindu dari India, seperti Ramayana atau Perang Baratayudha. Tokoh-tokoh dalam cerita mengambil nama-nama dari tanah India. Dalam Wayang Golek, ada ‘tokoh’ yang sangat dinantikan pementasannya yaitu kelompok yang dinamakan Purnakawan, seperti Dawala danCepot. Tokoh-tokoh ini digemari karena mereka merupakan tokoh yang selalu memerankan peran lucu (seperti pelawak) dan sering memancing gelak tawa penonton. Seorang Dalang yang pintar akan memainkan tokoh tersebut dengan variasi yang lucu dan menarik

Sejarah Wayang Golek

Wayang Golek diperkirakan pertama kali diperkenalkan pada abad ke 17 dan digunakan oleh Sunan Kudus untuk menyebarkan islam di masyarakat. Pada saat itu bahasa yang digunakan adalah bahasa sunda. Cerita Wayang Golek sangat mirip dengan cerita versi wayang kulit yang juga terdapat di Jawa Timur maupun di  Jawa Tengah. Beberapa cerita seperti ramayana dan mahabarata memiliki tokoh yang sama.
Pada zaman dahulu Wayang Golek juga digunakan sebagai salah satu media hiburan untuk rakyat biasanya. Wayang Golek di tampilkan di desa maupun di kampung-kampung untuk menghibur rakyat. Wayang Golek sering kita temukan terutama pada acara selamatan atau acara-acara lainnya.
Saat ini Wayang Golek nampaknya sudah mulai termakan oleh modernisasi, namun Wayang Golek tetap merupakan bagian dari sejarah bangsa indonesia. Wayang Golek saat ini banyak dijadikan sebagai cendramata atau kenang kenangan para wisatawan.

Tokoh tokoh Wayang Golek

Wayang Golek memiliki sekitar 22 tokoh yang pertama adalah Arjuna, Aswatama, Anoman, Bambang Sumantri, Bambang Kaca, Batara Bayu Batara Guru, Batara Kresna, Batara Rama, Bima, Cepot, Denawa Acung, Dawala, Denawa Cilangap Dan Denawa Huntu, Dewi Drupadi, Gatotkaca, Gareng, Nakula Sadewa, Yudistira, dan Semar Badranaya.

Pementasan Wayang Golek

Dalam pertunjukan Wayang Golek, harus memiliki lakon dan alur cerita yang biasanya diambil dari cerita rakyat serta beberapa epik yang bersumber dari mahabarata atau ramayana. Bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa sunda dan diiringi dengan gamelan sunda.
Pertunjukan ini biasanya dimanfaatkan sebagai media untuk mengajarkan agama islam tentang hakikat, filsafat, ahlak, dan beberapa propaganda serta pesan-pesan yang lainnya.

No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah berkunjung ke blog saya, silahkan tinggalkan komentar