Friday, January 15, 2016

BATIK CIAMIS ( Batik Indonesia, Ciamis)

  Friday, January 15, 2016
BATIK CIAMIS (Batik Indonesia, Ciamis). Ciamis has a tradition handed down in history batik craft. Some call it already exists since the Kingdom Galuh victorious. But, certainly, this has been going on since several centuries ago. Batik Ciamis has character and style batik different with batik Garut and Tasik. Batik ciamisan perform a simple but dignified. 

This simplicity is not separated from the history of its existence which influenced many other areas, such as coastal ornament from Indramayu and Cirebon. In addition, the influence of batik nonpesisiran, such as of Solo and Yogyakarta, no less dominant. The influence of coastal areas and nonpesisir which combined with the values ​​of Sundanese culture and social lives of everyday people Ciamis bear motif variety ciamisan that fits the style and tastes of society local, unpretentious but elegant. As a result, has no style batik ciamisan philosophical meaning, symbol, sacred values​​, or indicate a certain social status.




Creation decorative motifs or more emphasized his batik the expression of simplicity to meet clothing needs of the community. Simplicity was contained in the forms that inspired from nearby natural and daily occurrence Batik motifs in regions include rereng Ciamis lasem, machetes torn, rereng Seno, rereng sintung Ageung, coffee breaks, lepaan, machetes rereng damaged, adu rereng sweet, kumeli, machetes rereng alit, rereng useup, rereng beard, rereng peuteuy papangkah.




BATIK CIAMIS ( Batik Indonesia, Ciamis)

Pasa masa jayanya, Ciamis memiliki dan menghasilkan kain batik dengan kualitas baik. Saat ratusan pengrajin batik di Tasikmalaya mendirikan Koperasi Mitra Batik pada awal tahun 1939, para pengrajin batik di Ciamis juga tidak ketinggalan dengan mendirikan Koperasi Rukun Batik yang berbadan hukum Oprichtings Acte Batik Cooperatie Rukun Batik. H Abdul Majid, Sasmita, Suganda, dan H Tamim tercatat sebaai pelopor pendirian Koperasi Rukun Batik ini.
Masa keemasan batik Ciamis berlangsung pada era tahun 1960-an hingga awal 1980-an. Batik Ciamis mampu bersaing diantara dominasi tradisi batik Solo, Yogyakarta, maupun Pekalongan. Namun, sejak tahun 80-an keberadaan batik Ciamis mengalami kemunduran kerana berbagai dampak perubahan ekonomi yang tidak menguntungkan para pengrajin batik di Ciamis. Puncaknya terjadi saat krisis moneter pada tahun 1997 yang menghentikan hampir seluruh kegiatan membatik di Ciamis.





Koleksi Batik Ciamis
Batik Ciamis berbeda dengan batik dari daerah lain. Corak batik Ciamis tidak telalu ramai dan rumit. Motif batik Ciamis yang sering disebut Ciamisan, memiliki karakter sederhana. Kesahajaan merupakan ciri khas batik Ciamis. Warna hitam, putih, dipadu coklat kekuningan menjadi karakter warna yang menonjol pada motif batik Ciamis. Ragam hias batik Ciamisan bernuansa naturalistik, banyak menggambarkan flore dan fauna serta lingkungan alam sekitar. Kesederhanaan corak batik Ciamis tidak lepas dari sejarah keberadaannya yang banyak dipengaruhi daerah lain seperti ragam hias pesisiran dari Indramayu dan Cirebon. Selain itu, pengaruh batik non pesisiran, seperti dari Solo dan Yogyakarta juga turut andil dalam membentuk karakter warna dan komposisi motif batik Ciamisan yang sering disebut sebagai batik Sarian.

Bagi masyarakat Ciamis, berbagai pengaruh yang datang justru menambah dan memperkaya khasanah motif batik yang kemudian diolah sesuai dengan gaya dan selera masyarakat Ciamis. Pemgaruh dari tetangga yang berbatasan langsung dengan Ciamis adalah Tasikmalaya dan Garut, dimana kedua daerah tersebut juga memberi pengaruh pada perkembangan ragam hias batik di Ciamis, sehingga dalam beberapa hal, batik Ciamis memiliki persamaan baik dalam warna dan motif dengan batik Tasikmalaya dan batik Garut.

Corak Batik Ciamisan tidak memiliki makna filosofi, perlambang, nilai sakral, atau menunjukkan status sosial tertentu. Penciptaan motif atau ragam hias batiknya lebih ditekankan pada ungkapan kesederhanaan untuk memenuhi kebutuhan sandang masyarakat. Kesederhanaan itu tertuang dalam bentuk-bentuk yang terinspirasi dari alam sekitar dan kejadian sehari-hari. Motif batik di daerah Ciamis antara lain rereng lasem, parang sontak, rereng seno, rereng sintung ageung, kopi pecah, lepaan, rereng parang rusak, rereng adu manis, kumeli, rereng parang alit, rereng useup, rereng jenggot, rereng peuteuy papangkah

Batik Ciamis motif rereng eneng biasanya digunakan sebagai atasan atau baju, sedangkan rereng seno dipakai sebagai kain bawahan. Ciri khas gambar batik Ciamis antara lain tanaman daun rente dan tanaman daun kelapa. Tanaman daun rente adalah tanaman yang tumbuh di kolam-kolam penduduk yang ada di Ciamis. Batik motif daun rente atau daun kelapa menjadi inspirasi bagi perajin batik untuk dijadikan motif batik.

Batik tradisional khas Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kembali menggeliat dan mulai diperkenalkan kembali setelah vakum selama 28 tahun karena kalah saing dengan batik printing. Dengan empat motif ciri khas Ciamisan, seperti batu hiu, ciung wanara, galuh pakuan dan parang sontak, batik Ciamisan kini akan menjadi produk unggulan dan tak kalah bagusnya dengan batik kota lainnya.

Setelah ada pengakuan dari UNESCO, pembatik Ciamis kembali bersemangat mengangkat batik khas Ciamisan. Perajin mulai mendirikan kembali tempat pembuatan batik yang sudah puluhan tahun ditutup karena kalah pasaran dengan batik printing. Misalnya Sanggar Rukun Batik yang merupakan perajin batik khusus tradisional, sanggar ini mulai memproduksi kembali batik khas Ciamis dengan mempekerjakan sedikitnya 20 orang pekerja. Selain memproduksi batik, Sanggar Rukun Batik juga akan membuka tempat belajar membuat batik Ciamisan, khusus bagi warga dan generasi muda Ciamis. Tujuannya, agar batik Ciamisan bisa lebih dikenal, baik oleh warga Ciamis maupun luar kota. Dan agar batik Ciamis tak akan lekang oleh waktu.

Pemasaran batik Ciamis tidak hanya dilakukan di sekitar Ciamis tetapi juga sudah mencapai keluar Ciamis. Sentra batik Ciamis yaitu di Dusun Ciwahangan Desa Imbanagara Ciamis.

Untuk memajukan kerajinan batik di Ciamis, Pemda setempat mengharuskan setiap PNS Ciamis menggunakan motif khas batik Ciamis.

Bagi para pecinta batik, silakan jadikan Batik Ciamis sebagai koleksi tambahan anda. Semakin lengkap kan koleksinya. Baca juga artikel tentang batik yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.

No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah berkunjung ke blog saya, silahkan tinggalkan komentar